Enzim adalah ; molekul protein tak hidup yang dihasilkan
oleh setiap sel hidup.
Enzim berlaku sebagai, katalisator reaksi biologi, dapat
dikatakan semua reaksi kehidupan hanya bias dimungkinkan oleh adanya enzim.
Enzim hanya terdiri dari polipeptida-polipeptida saja
& tidak mengandung gugus kimia lain selain residu asam amino.
Sebagian enzim memerlukan komponen non-protein yang
disebut kofaktor untuk aktivitas katalitiknya. Tanpa komponen non protein
tersebut enzim akan berkurang atau hilang aktivitas katalitiknya.
Sifat enzim lain yang penting untuk diketahui adalah
enzim merupakan protein yang tersusun atas asam-asam amino yang membentuk
struktur tiga dimensi yang kompleks.
1.
PROTEIN ENZIM
Struktur protein enzim juga terdiri dari struktur primer,
sekunder, tertier dan kuartener yang kesemuanya penting dalam aktivitas
katalitik enzim.
Didalam
sel protein enzim berlangsung ribuan reaksi kimia yang membuat sel dapat hidup,
mengekstrasi energy dari lingkungan, merubah sumber energy menjadi molekul yang
bermanfaat, memperbaiki dan membangun diri sendiri, melakukan pembuangan hasil
samping, dan melakukan replikasi diri.
2.
KOFAKTOR, KOENZIM DAN GUGUS PROTETIS
Komponen non-protein yang membantu aktivitas katalitik
dapat berupa kofaktor, koenzim, dan gugus protetis.
Ketiganya
mempunyai persamaan yaitu :
a. Membantu
enzim dalam melakukan fungsi katalitik, tetapi tidak mempunyai kemampuan
katalitik.
b. Bukan
protein dan umumnya jauh lebih kecil
dari pada enzim
c. Dapat
mengalali perubahan selama reaksi tetapi umumnya kembali setelah reaksi
d. Dibutuhkan
dalam jumlah sedikit
Perbedaan diantara ketiganya ketiganya
:
a. Kofaktor
dan gugus protetis bukan senyawa organic
b. Dibandingkan
kofaktor, gugus proteis berikatan lebih kuat dengan enzim
Kofaktor :
senyawa organik/anorganik (berukuran kecil) yang diperlukan oleh enzim untuk
aktivitasnya, seperti logam/turunan vitamin.
Kofaktor pada umumnya merupakan ion-ion
/ molekul kecil yang berikatan secara reversible dengan enzim, sehingga mudah
dihilangkan dengan dialysis. Beberapa kofaktor membantu enzim karena merupakan
komponen sisi aktiv.
Table. Contoh Kofaktor
|
Kofaktor
|
Enzim
|
Keterangan
|
|
Ca2+
|
Phosphorilase
Kinase
|
Mempercepat proses
pemecahan glikogen
|
|
Zn2+
|
Karboksipeptidase
A
|
Komponen pada
sisi aktiv
|
|
Mg2+
|
ATPase
|
Mg sering
berikatan dengan ATP dalam sel
|
|
Cl-
|
Amilase pada
savila
|
Activator alosterik
|
|
AMP
|
Phosphofruktokinase
|
Regulatoralosterik
pada glikolisis
|
Koenzim : molekul
organic yang berikatan secara reversible pada enzim. Molekul organic ini adalah
merupakan molekul non-protein yang berasosiasi dengan molekul enzim dalam mengkatalisis reaksi biokimia. Disebut koenzim
karena biasanya berikatan dengan koenzim sebelum substrat terikat,
berpartisipasi dalam reaksi dan dapat kembali ke bentuk semula dengan adanya
lain dalam sel.
Contoh koenzim : NAD, NADP dan koenzim A.
Tabel. Berbagai Koenzim yang berasal dari Vitamin
|
Vitamin
|
Koenzim
|
Fungsi Enzimatik
|
|
Thiamin (B1)
|
Thiamin pirofosfat
|
Derkarboksilasi oksidatif
|
|
Riboflavin (B2)
|
Flavin nukleotida
|
Memindahkan H
|
|
Niasin (B5)
|
Nikotinamida nukleotida
|
Memindahkan H
|
|
Piridoksin (B6)
|
Piridoksal fosfat
|
Transaminasi
|
|
Asam Pantotenat
|
Koenzim A
|
Dekarboksilasi oksidatif, metabolism asitil Ko A
|
|
Biotin
|
Biotin
|
Karboksilasi
|
|
Folat
|
Tetrahidrofolat
|
Memindahkan satu karbon
|
Gugus protetis
adlah gugus non-protein yang terikat kuat pada protein. Tidak dapat dipisahkan
dari enzim tanpa merukan protein enzim.
Gugus protetis
merupakan organik atau anorganik non peptide yang terikat erat dengan protein,
gugus protetis bias berupa lipid, karbohidrat, ion logam, gugus fosfat dll.
Contoh : FAD pada glukosa oksidase
No comments:
Post a Comment