Mikroba pathogen adalah: mikroba yang apabila setelah ditelan atau dikonsumsi dapat menimbulkan atau menyebabkan penyakit. Pada umumnya mikroba pathogen bila tertelan atau dikonsumsi akan terjadi yang namanya keracunan atau infeksi, dan perlu diketahui bahwa keracunan dan infeksi ini walau mempunyai akibat yang sama yaitu sama-sama menimbulkan penyakit, namun memiliki artian yang berbeda. Dan berikut ini adalah penjelasan singkat tentang keracunan dan infeksi secara mikrobiologi.
Keracunan; dapat terjadi karena tertelannya suatu racun yang berasal dari komponen anorganik(sianida), racun organic(gosipol, visin etc..) atau yang berasal dari hewan (skrombotoksin, tetrodotoksin, etc…) , keracunan juga dapat terjadi akibat tertelannya toksin yang merupakan metabolism sel-sel mikroorganisme tertentu yang disebut sebagai intoksikasi.
Infeksi mikroba; umumnya terjadi apabila tertelannya atau masuknya mikroba kedalam tubuh dan dapat menembus atau merusak sistim pertahanan tubuh dan menimbulkan penyakit, jalur umum masuknya mikroba seperti ini biasanya melalui makanan serta minuman yang sudah terkontaminasi mikroba atau busuk atau tidak layak dimasak atau dipanaskan dengan baik.
Mikroorganisme penginfeksi dan penimbul penyakit memiliki karakteristik atau criteria tertentu seperti:
· Harus mempunyai daya pathogenitas yang tinggi
· Memiliki daya virulensi yang kuat
· Adanya daya invasi yang tinggi sehingga dapat berkembangbiak dan menyebar kedalam tubuh
· Memiliki daya pertahanan dan daya hinder yang baik terhadap serangan sel-sel fagosit didalam tubuh
Patogenitas : kemampuan mikroba untuk menimbulkan penyakit
Virulensi : derajat kemampuan suatu mikroba untuk menyebabkan infeksi
Faktor virulensi : sifat mikro yang dapat meningkatkan patognitas mikroba tersebut, faktor virulensi terdiri atas toksin (eksotoksin dan endotoksin), enzim ekstraseluler, kapsul dan pili
TOKSIN
1. EKSOTOKSIN
Eksotoksin adalah toksin yang disintesa didalam sel mikroba kemudian dikeluarkanb ke substrat sekelilingnya. Terdiri atas protein yang biasanya sensitive terhadap panas terutama pada suhu diatas 80oC, alkoho, formaldehida dan asam , diproduksi baik oleh bakteri gram positif maupun gram negative, tidak dapat ditemukan didalam sitoplasma dan diduga disintesisi di dalam ribosom yang terikat pada membrane sel.
2. ENDOTOKSIN
Endotoksin merupakan toksin yang dibentuk didalam sel bakteri gram negative, baik yang patogenik maupun yang npon patogenik. Merupakan bagian dari lipopolisakarida (LPS) dari dinding sel dan sering disebut juga sebagai antigen O atau antigen somatik, lebih bersifat tahan terhadap panas dibandingkan dengan eksotoksin. Daya racunnya terletak pada bagian lipida dan LPS sedangkan sifat antigeniknya terdapat pada bagian karbohidrat(gula). Daya racunnya bersifat emetic yang menyebabkan muntah juga bersifat pirogenik yang menyebabkan kenaikan suhu badan atau demam.
Table perbedaan sifat-sifat eksotoksin dan endotoksin | ||
SIFAT | EKSOTOKSIN | ENDOTOKSIN |
Sumber | Baktei Gram (+), dan beberapa Bakteri Gram (-) | Dinding sel bakteri Gram (-) |
Kimia | Protein | Lipopolisakarida |
Ketahanan panas | Inaktif pada suhu 60-80oC, kecuali beberapa eksotoksin | Stabil pada suhu sterilisasi |
Sifat imunologi | Toksin dapat diubah menjadi toksoid, dapat dinetralisasi dengan antitoksin | Tidak dapat diubah emnjadi toksoid, sukar dinetralisir dengan antitoksin |
Dosis letal | Rendah, sangat toksik | Biasanya lebih tinggi dari pada eksotoksin |
Cara kerja | Spesifik untuk sel tertentu | Kurang spesifik; gejala umu adalah shok |
ENZIM EKSTRASELULER
Tabel. Beberapa contoh enzim ekstraseluler, cara kerjanya dan contoh bakteri yang menghasilkan enzim tersebut | ||
ENZIM | KERJANYA | Contoh bakteri yang menghasilkan enzim |
HIALURONIDASE | Merombak asam hialuronat (suatu komponen jaringan) | Staphylococcus, Streptococcus & Clostridia |
KOAGULASE | Menggumpalkan darah | Staphilococcus aereus |
HEMOLISIN | Melisis sel-sel darah merah | Staphylococcus, Streptococcus & Clostridia |
LESITINASE | Mengancurkan sel-sel darah merah dan sel jaringan lain | Clostridium perfingens |
KOLAGENASE | Menguraikan kolagen | Clostridium perfingens |
LEUKOSIDIN | Membunuh leukosit | Staphilococcus aereus |
No comments:
Post a Comment