Friday, 2 December 2011

MIKROBA PATHOGEN


Mikroba pathogen adalah: mikroba­­ yang apabila setelah ditelan atau dikonsumsi dapat menimbulkan atau menyebabkan penyakit. Pada umumnya mikroba pathogen bila tertelan atau dikonsumsi akan terjadi yang namanya keracunan atau infeksi, dan perlu diketahui bahwa keracunan dan infeksi ini walau mempunyai akibat yang sama yaitu sama-sama menimbulkan penyakit, namun memiliki artian yang berbeda. Dan berikut ini adalah penjelasan singkat tentang keracunan dan infeksi secara mikrobiologi.

Keracunan; dapat terjadi karena tertelannya  suatu racun yang berasal dari komponen anorganik(sianida), racun organic(gosipol, visin etc..) atau yang berasal dari hewan (skrombotoksin, tetrodotoksin, etc…) , keracunan juga dapat terjadi akibat tertelannya toksin yang merupakan metabolism sel-sel mikroorganisme tertentu yang disebut sebagai intoksikasi.


Infeksi mikroba; umumnya terjadi apabila tertelannya atau masuknya mikroba kedalam tubuh dan dapat menembus atau merusak sistim pertahanan tubuh dan menimbulkan penyakit, jalur umum masuknya mikroba seperti ini biasanya melalui makanan serta minuman yang sudah terkontaminasi mikroba atau busuk atau tidak layak dimasak atau dipanaskan dengan baik.


Mikroorganisme penginfeksi dan penimbul penyakit memiliki karakteristik atau criteria tertentu seperti:
·         Harus mempunyai daya pathogenitas yang tinggi
·         Memiliki daya virulensi yang kuat
·         Adanya daya invasi yang tinggi sehingga dapat berkembangbiak dan menyebar kedalam tubuh
·         Memiliki daya pertahanan dan daya hinder yang baik terhadap serangan sel-sel fagosit didalam tubuh


Patogenitas : kemampuan mikroba untuk menimbulkan penyakit
Virulensi : derajat kemampuan suatu mikroba untuk menyebabkan infeksi
Faktor virulensi : sifat mikro yang dapat meningkatkan patognitas mikroba tersebut, faktor virulensi terdiri atas toksin (eksotoksin dan endotoksin), enzim ekstraseluler, kapsul dan pili

TOKSIN

1.       EKSOTOKSIN
Eksotoksin adalah toksin yang disintesa didalam sel mikroba kemudian dikeluarkanb ke substrat sekelilingnya. Terdiri atas protein yang biasanya sensitive terhadap panas terutama pada suhu diatas 80oC, alkoho, formaldehida dan asam , diproduksi baik oleh bakteri gram positif maupun gram negative, tidak dapat ditemukan didalam sitoplasma dan diduga disintesisi di dalam ribosom yang terikat pada membrane sel.
2.       ENDOTOKSIN
Endotoksin merupakan toksin yang dibentuk didalam sel bakteri gram negative, baik yang patogenik maupun yang npon patogenik.  Merupakan bagian dari lipopolisakarida (LPS) dari dinding sel dan sering disebut juga sebagai antigen O atau antigen somatik, lebih bersifat tahan terhadap panas dibandingkan dengan eksotoksin. Daya racunnya terletak pada bagian lipida dan LPS sedangkan sifat antigeniknya terdapat pada bagian karbohidrat(gula). Daya racunnya bersifat emetic yang menyebabkan muntah juga bersifat pirogenik yang menyebabkan kenaikan suhu badan atau demam.





Table perbedaan sifat-sifat eksotoksin dan endotoksin
SIFAT
EKSOTOKSIN
ENDOTOKSIN
Sumber
Baktei Gram (+), dan beberapa Bakteri Gram (-)
Dinding sel bakteri Gram (-)
Kimia
Protein
Lipopolisakarida
Ketahanan panas
Inaktif pada suhu 60-80oC, kecuali beberapa eksotoksin
Stabil pada suhu sterilisasi
Sifat imunologi
Toksin dapat diubah menjadi toksoid, dapat dinetralisasi dengan antitoksin
Tidak dapat diubah emnjadi toksoid, sukar dinetralisir dengan antitoksin
Dosis letal
Rendah, sangat toksik
Biasanya lebih tinggi dari pada eksotoksin
Cara kerja
Spesifik untuk sel tertentu
Kurang spesifik; gejala umu adalah shok



ENZIM EKSTRASELULER

Tabel. Beberapa contoh enzim ekstraseluler, cara kerjanya dan contoh bakteri yang menghasilkan enzim tersebut
ENZIM
KERJANYA
Contoh bakteri yang menghasilkan enzim
HIALURONIDASE
Merombak asam hialuronat (suatu komponen jaringan)
Staphylococcus, Streptococcus & Clostridia
KOAGULASE
Menggumpalkan darah
Staphilococcus aereus
HEMOLISIN
Melisis sel-sel darah merah
Staphylococcus, Streptococcus & Clostridia
LESITINASE
Mengancurkan sel-sel darah merah dan sel jaringan lain
Clostridium perfingens
KOLAGENASE
Menguraikan kolagen
Clostridium perfingens
LEUKOSIDIN
Membunuh leukosit
Staphilococcus aereus

No comments:

Post a Comment